Harga Beras Naik Nilai Partai Justru Merosot, Terpuruk Seperti Saham Di Bursa Efek Jakarta
Kamis, 28-09-2023 - 21:58:42 WIB
Baca juga:
   
 

Jakarta - Dalam iklim yang tidak menentu di Indonesia hari ini, harga beras wajar melambung, hingga harga partai politik pun bisa dilelang berapa pun harganya. Karena di satu pihak, rakyat perlu makan. Sementara di bilik politik, para politikus perlu mendongkrak nama baiknya termasuk keluarga yang punya ambisi membangun dinasti, setelah uang korupsi menumpuk di gudang.

Memang pada zaman digital pada awal abad ini, peristiwa ganjil yang fenomenal ini baru akan menjadi catatan sejarah yang menarik diungkap, setelah dua abad dari sekarang, seperti Konsesi Hak Guna Usaha (HGU) dan Hak Guna Bangunan (HGB) di IKN (Ibu Kota Negara) yang sudah sering salah disebut sebagai Ibu Kota Nusantara itu. Lantas pertanyaan yang menggantung di awan, bagaimana status Ibu Kota Negara Indonesia ?

Hari ini, 24 September 2023, memang tercatat nilai tukar  partai politik anjlok,  seperti nilai rupiah kita terhadap dolar. Diakui juga oleh para politisi di Indonesia, untuk menguasai partai politik sekarang semakin lebih gampang seperti  memesan barang lewat online. Atau, seperti memilih ketua arisan pada acara Ibu-ibu di kampung sebelah yang cuma dikocok secara untung-untungan sambil bersenda gurau dan ngerumpi.

Memang dalam situasi yang genting dan runyam di Indonesia sekarang ini, semua cerita dan peristiwa tak perlu dimasukkan ke dalam hati. Dalam istilah anak mudanya, itulah mungkin yang mereka maksudkan baper itu. Jadi soal hasrat untuk memiliki partai pun, hari ini tidak lagi perlu lewat jenjang kader dan karier yang berliku melelahkan. Semua orang -- asal punya duit -- sudah bisa pesan lewat online yang bisa langsung diterima di tempat kediaman kita yang dikehendaki.

Ikhwal transaksi jual beli partai politik hari ini, pun sudah bisa dilakukan seperti membeli sepeda ontel di pasar loak. Begitu harga cocok, seketika itu juga usai transaksi pembayaran -sepeda ontel itu pun  langsung bisa dikayuh dan ditunggangi untuk  keliling kampung.

Ini cerita, pesan Rachimin hanya boleh dibaca dan bisa  dibayangkan terjadi dua abad mendatang. Sebab hari ini di Indonesia orang sedang riuh dan gaduh bicara soal rencana pesta demokrasi tahun 2024 yang sedang bingung menentukan pilihan pasangannya. Lagian, repotnya juga sedang merancang skenario untuk satu putaran, bukan saja untuk menghemat biaya yang nyaris menyedot habis dana APBN, tapi juga untuk sekedar menutup keperluan lain pun negara sudah kelimpungan. Itu sebabnya kereta cepat mohon dimaklum juga  jadi terlambat. Pembebasan tanah jalan tol di Sumatra Barat, toh belum semua bisa dibayar.

Karenanya, harga beras yang terus melambung tidak karuan dan tidak mampu dikendalikan, bisa juga dipaham. Konon cerita duit yang sudah digelontorkan agar Bulog membeli padi dari petani kita itu, ketelingsut entah di mana rimbanya. Begitu pula peredaran  dan perputarannya.

Saran dari para tokoh yang kurang cerdas, untuk mengatasi masalah beras yang semakin langka dan mahal, rakyat disarankan agar beralih kepada makanan pokok  umbi-umbian. Meski kebon singkong yang sudah direncanakan menjadi ketahanan pangan itu dalam jumlah puluhan ribu hektar yang telah melahap anggaran besar itu hasilnya nihil, tak tak jelas juntrungannya.

Duit yang disebut ratusan triliun hilir mudik di sektor pajak Kementerian Keuangan, toh belum juga bisa dicairkan. Tidak pula cuma duitnya semara yang tak jelas, tapi kasus dan urusan masalahnya juga terkesan sudah dimasukkan ke kulkas.

Pikiran nakal sebagian rakyat kecil bisa kembali liar ingin menjarah seperti peristiwa tahun 1998. Mimpi buruk seperti itu tak bagus diangankan. Selain akibatnya sangat buruk, lagian petugas kita sekarang lebih galak mau menggusur dan membuldozer siapa saja yang dianggap tidak sejalan dengan kehendak pemerintah. Ingat, banyak peristiwa sudah membuktikan, bukan cuma di Pulau Rempang,
Kepulauan Riau itu saja rakyat yang dianggap membandel jadi babak belur, tapi warga Lampung, Morowali, Wadas Purworejo, sudah menanggung dera dan derita yang membuat aparat itu kelak terkutuk dalam api neraka.

Narasi paparan ini, dikirim Rachimin dari kampung yang jauh di ujung pulau seberang sana, sambil memohon untuk tidak menyebut identitas dirinya. Sebab menurut dia, jika terungkap, maka urusannya terhadap aparat keamanan setempat bisa panjang urusannya, kata Rachimin yang pada intinya mau mengeluhkan harga beras yang mahal, sementara harga partai politik, kok begitu murah. Kecuali itu pertanyaan yang dia keluhkankan, harga beras dan nilai partai yang gonjang-ganjing ini sesungguhnya mengusyaratkan gejala apa. Lalu  mengapa jadi terkesan ganjil dan muskil. Sungguh na naib bagi dirinya yang penuh pertanyaan. Sebab semua peristiw aneh yang bantak terjadi pada akhir belakangan ini  sungguh aneh, kata Rochimin di akhir suratnya yang baru keterima petang.

Penulis: Yacob Ereste




 
Berita Lainnya :
  • Wamendagri Wiyagus Dorong Kolaborasi Pemerintah Daerah Percepat Penanggulangan TBC
  • Pastikan Kualitas dan Keamanan, Tim Dalwas Tinjau Lima Jembatan Garuda di Boyolali
  • Istana Tegaskan Dugaan Penyadapan dan Akses Ilegal terhadap Kepala Negara Harus Diusut Transparan
  • Hakim Candra Pimpin Sidang Praperadilan Larisman Sihombing dengan Cermat dan Tenang
  • Kemendagri Terima Konsultasi Bapperida Jepara, Perkuat Implementasi e-DALEV SIPD
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Wamendagri Wiyagus Dorong Kolaborasi Pemerintah Daerah Percepat Penanggulangan TBC
    02 Pastikan Kualitas dan Keamanan, Tim Dalwas Tinjau Lima Jembatan Garuda di Boyolali
    03 Istana Tegaskan Dugaan Penyadapan dan Akses Ilegal terhadap Kepala Negara Harus Diusut Transparan
    04 Hakim Candra Pimpin Sidang Praperadilan Larisman Sihombing dengan Cermat dan Tenang
    05 Kemendagri Terima Konsultasi Bapperida Jepara, Perkuat Implementasi e-DALEV SIPD
    06 Kawal Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil Kedawung Bantu Panen Padi Bersama Petani Desa Pengkok
    07 Tiga Syarat Jadi Kades Hebat Versi Wamendagri, Berikut Penjelasannya
    08 Wakapolres Tebing Tinggi Ajak Masyarakat Bersama Jaga Kamtibmas
    09 Wabup Meranti Muzamil Baharudin Jabat Kabid Hubungan Antar Lembaga IMI Riau 2026-2030
    10 Transformasi Digital Jangan Hanya Aplikasi, Kemendagri Tekankan Dampak Nyata bagi Warga
    11 Skandal Penyadapan, Ketum DePA-R : Usut Tuntas, Jangan Ada Penyalahgunaan Kekuasaan!
    12 Babinsa Kemlayan Rutin Sambang Warga Jaga Kondusifitas Wilayah
    13 LPP Atlantara Sambangi Kejari Makassar, Dorong Sinergi Pengawasan Dunia Pendidikan
    14 Gagalkan Pengiriman 15 Kg Sabu Lintas Provinsi, Kapolresta Deli Serdang Apresiasi Kinerja Satresnarkoba
    15 H. Ulung Purnama, SH., MH. Ucapkan Selamat atas Pelantikan 154 Kepala Desa se-Kabupaten Bekasi
    16 Panglima TNI Resmikan Markas Baru Koopssus TNI
    17 Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Kompak Kejar Target Pengecoran Jalan TMMD di Desa Wates
    18 Gempur Sarang Narkoba, Polresta Deli Serdang Tetapkan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja
    19 Patroli Malam Cipta Kondisi, Babinsa Ajak Masyarakat Peduli Keamanan Lingkungan
    20 Kaster TNI Pimpin Sertijab Wakaster, Mayjen TNI Achiruddin Gantikan Mayjen TNI Suhardi
    21 Sekda Meranti Resmi Buka Peluncuran Inovasi Pelita ASN dan Ikan Patin
    22 Kemendagri Perkuat Integrasi Perlindungan Anak dalam Perencanaan Pembangunan Daerah
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © zoinnews.com