KWI-TNI AU Perkuat Sinergi Pembinaan Mental, Siapkan Roadmap MoU
Kamis, 03-09-2026 - 20:00:30 WIB
Baca juga:
   
 

 


Jakarta, - Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan TNI Angkatan Udara (TNI AU) memperkuat sinergi dalam pembinaan mental dan kehidupan keagamaan prajurit serta keluarga. Kedua pihak juga mulai menyiapkan roadmap menuju nota kesepahaman (MoU) terkait pelayanan pastoral bagi personel TNI AU yang beragama Katolik.


Langkah tersebut dibahas dalam audiensi Kepala Dinas Pembinaan Mental dan Ideologi TNI Angkatan Udara (Kadisbintalau) Marsma TNI Jaeetul Muchlis, M.Ag., bersama jajaran dengan Ketua KWI Mgr. Antonius Subiyanto Bunyamin, OSC, di Kantor KWI, Jakarta, Kamis (3/9/2026).


Pertemuan membahas penguatan pelayanan rohani bagi prajurit TNI AU dan keluarganya, termasuk persoalan keterbatasan imam yang selama ini menjadi salah satu tantangan dalam pembinaan umat Katolik di lingkungan TNI AU.


Jaeetul mengatakan audiensi tersebut merupakan bagian dari upaya TNI AU membangun komunikasi dengan berbagai lembaga keagamaan. Menurutnya, kerja sama diperlukan agar kebutuhan pembinaan mental dan kehidupan keagamaan prajurit dapat dikoordinasikan secara lebih baik.


“Kami datang selain untuk menjalin komunikasi, juga ingin membangun kerja sama ke depan. KWI merupakan wadah Gereja Katolik di Indonesia, sehingga kami berharap berbagai kebutuhan pembinaan prajurit dan keluarga Katolik dapat dikoordinasikan melalui jalur yang tepat,” ujar Jaeetul.


Ia menilai pembinaan mental memiliki peran strategis dalam membentuk karakter prajurit. Karena itu, rumah ibadah di lingkungan TNI AU diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang pembinaan moral, solidaritas sosial dan moderasi beragama.


Jaeetul menegaskan kehidupan keberagamaan prajurit perlu terus diarahkan pada sikap moderat sekaligus memperkuat komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Ketua KWI Mgr. Antonius Subiyanto Bunyamin menyambut positif rencana kerja sama tersebut. Ia menilai TNI AU memiliki perhatian terhadap pembinaan kehidupan beragama dan penerapan moderasi beragama di lingkungan institusi.


“Kami melihat Angkatan Udara berada di jalur terdepan dalam moderasi agama. Kami merasakannya di keuskupan-keuskupan, dengan adanya personel TNI AU yang mengedepankan kualitas dan profesionalitas sebagai anggota TNI, bukan semata-mata soal agama,” kata Mgr. Antonius.


Ia menjelaskan KWI merupakan wadah musyawarah dan kebersamaan para uskup. Saat ini, Gereja Katolik Indonesia memiliki 39 keuskupan yang dapat menjadi jejaring dalam mendukung pelayanan pastoral bagi personel TNI dan keluarganya di berbagai daerah.


Menurutnya, keterbatasan jumlah imam yang tersedia di lingkungan TNI menjadi salah satu hal yang perlu dicarikan solusi bersama. KWI siap memperkuat koordinasi dengan keuskupan-keuskupan setempat agar pelayanan rohani tetap berjalan.


Hal senada disampaikan Rm. Yos Bintoro, Pr. Ia menilai keberadaan imam yang memberikan pelayanan secara berkelanjutan diperlukan, terutama di sejumlah pusat pendidikan dan satuan strategis TNI AU.


“Kami berharap ke depan ada imam yang dapat masuk dalam struktur organik sehingga pelayanan dan pembinaan dapat berlangsung secara berkesinambungan,” ujar Rm. Yos.


Ia menyebut kerja sama antara institusi keagamaan dan TNI bukan hal baru. Pengalaman pembinaan lintas agama di lingkungan TNI dinilai dapat menjadi dasar untuk membangun pola kerja sama yang lebih sistematis antara TNI AU dan Gereja Katolik.


Pelayanan pastoral Katolik bagi personel TNI dan Polri juga terus dikembangkan melalui koordinasi dengan para uskup di sejumlah wilayah, termasuk Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, Nusa Tenggara Timur dan Jawa.


Jaeetul menyambut baik perkembangan tersebut dan meminta setiap kegiatan pelayanan rohani Katolik yang melibatkan prajurit TNI terus dikoordinasikan dengan Disbintalau. Dengan demikian, pembinaan rohani dapat terintegrasi dalam program pembinaan mental TNI AU.


“Yang kita kerjakan adalah objek yang sama, yaitu umat. Kita ingin bergandengan tangan dalam moderasi beragama agar ekspresi keberagamaan tidak menjadi sumber persoalan, tetapi justru memperkuat persatuan,” tegasnya.


Ia menambahkan keterbatasan personel dan anggaran tidak semestinya menjadi hambatan dalam memberikan pembinaan. Kolaborasi dengan lembaga keagamaan diharapkan dapat membantu mencari solusi terhadap berbagai kebutuhan prajurit dan keluarganya.


Mgr. Antonius menegaskan KWI terbuka untuk memperkuat kerja sama tersebut. Jejaring pembinaan mental TNI di berbagai keuskupan dinilai dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pelayanan tanpa harus membentuk struktur baru.


“Kami menyediakan diri untuk bekerja sama. Mudah-mudahan di semua keuskupan ada pelayanan seperti ini dan ke depan dapat dilakukan pertemuan nasional para pembina pastoral bagi prajurit,” katanya.


Audiensi ditutup dengan komitmen kedua pihak untuk melanjutkan komunikasi dan menyusun langkah konkret menuju MoU. Kerja sama tersebut diharapkan menjadi landasan penguatan pembinaan mental, pelayanan rohani dan moderasi beragama bagi prajurit serta keluarga TNI AU.


(M.Husnie).


 




 
Berita Lainnya :
  • Wamendagri Wiyagus Dorong Kolaborasi Pemerintah Daerah Percepat Penanggulangan TBC
  • Pastikan Kualitas dan Keamanan, Tim Dalwas Tinjau Lima Jembatan Garuda di Boyolali
  • Istana Tegaskan Dugaan Penyadapan dan Akses Ilegal terhadap Kepala Negara Harus Diusut Transparan
  • Hakim Candra Pimpin Sidang Praperadilan Larisman Sihombing dengan Cermat dan Tenang
  • Kemendagri Terima Konsultasi Bapperida Jepara, Perkuat Implementasi e-DALEV SIPD
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Wamendagri Wiyagus Dorong Kolaborasi Pemerintah Daerah Percepat Penanggulangan TBC
    02 Pastikan Kualitas dan Keamanan, Tim Dalwas Tinjau Lima Jembatan Garuda di Boyolali
    03 Istana Tegaskan Dugaan Penyadapan dan Akses Ilegal terhadap Kepala Negara Harus Diusut Transparan
    04 Hakim Candra Pimpin Sidang Praperadilan Larisman Sihombing dengan Cermat dan Tenang
    05 Kemendagri Terima Konsultasi Bapperida Jepara, Perkuat Implementasi e-DALEV SIPD
    06 Kawal Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil Kedawung Bantu Panen Padi Bersama Petani Desa Pengkok
    07 Tiga Syarat Jadi Kades Hebat Versi Wamendagri, Berikut Penjelasannya
    08 Wakapolres Tebing Tinggi Ajak Masyarakat Bersama Jaga Kamtibmas
    09 Wabup Meranti Muzamil Baharudin Jabat Kabid Hubungan Antar Lembaga IMI Riau 2026-2030
    10 Transformasi Digital Jangan Hanya Aplikasi, Kemendagri Tekankan Dampak Nyata bagi Warga
    11 Skandal Penyadapan, Ketum DePA-R : Usut Tuntas, Jangan Ada Penyalahgunaan Kekuasaan!
    12 Babinsa Kemlayan Rutin Sambang Warga Jaga Kondusifitas Wilayah
    13 LPP Atlantara Sambangi Kejari Makassar, Dorong Sinergi Pengawasan Dunia Pendidikan
    14 Gagalkan Pengiriman 15 Kg Sabu Lintas Provinsi, Kapolresta Deli Serdang Apresiasi Kinerja Satresnarkoba
    15 H. Ulung Purnama, SH., MH. Ucapkan Selamat atas Pelantikan 154 Kepala Desa se-Kabupaten Bekasi
    16 Panglima TNI Resmikan Markas Baru Koopssus TNI
    17 Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Kompak Kejar Target Pengecoran Jalan TMMD di Desa Wates
    18 Gempur Sarang Narkoba, Polresta Deli Serdang Tetapkan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja
    19 Patroli Malam Cipta Kondisi, Babinsa Ajak Masyarakat Peduli Keamanan Lingkungan
    20 Kaster TNI Pimpin Sertijab Wakaster, Mayjen TNI Achiruddin Gantikan Mayjen TNI Suhardi
    21 Sekda Meranti Resmi Buka Peluncuran Inovasi Pelita ASN dan Ikan Patin
    22 Kemendagri Perkuat Integrasi Perlindungan Anak dalam Perencanaan Pembangunan Daerah
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © zoinnews.com