Warga Royal Sentraland BTP Mengeluh Krisis Air, Minta Pemerintah Berikan Solusi
Jumat, 21-08-2026 - 22:31:00 WIB
Gerbang Perumahan Royal Sentraland BTP di Maros dan aktivitas warga penghuni perumahan.
Baca juga:
   
 

 


Maros, - Krisis air bersih di Perumahan Royal Sentraland BTP, Maros, kembali memantik kemarahan warga. Di tengah kondisi kebutuhan air bersih yang mendesak, warga mengaku keluhan mereka justru belum mendapatkan penyelesaian yang dianggap memadai dari pihak pengelola maupun pengembang, Jumat (21/08/2026). 


Persoalan semakin memanas setelah warga mengaku dibebani biaya pasang ulang air hingga Rp1,5 juta. Kebijakan tersebut dinilai menambah beban masyarakat yang selama ini telah membayar kewajiban sebagai penghuni perumahan.


Warga pun tidak ingin persoalan ini berhenti sebatas surat pemberitahuan atau saling lempar tanggung jawab. Mereka kini mendesak Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintah Kabupaten Maros, DPRD Sulsel, DPRD Makassar, dan DPRD Maros untuk turun langsung melihat kondisi di lapangan.


Warga Desak Audit Menyeluruh


Sejumlah instansi diminta segera melakukan pemeriksaan sesuai kewenangannya, khususnya terkait kelayakan fasilitas perumahan, pelayanan air bersih, perlindungan konsumen, hingga dampak terhadap sanitasi lingkungan.


Warga mendesak Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Sulsel melakukan pemeriksaan terhadap sarana dan prasarana lingkungan perumahan.


Sementara Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) diminta menelaah aspek perlindungan konsumen, termasuk kebijakan dan ketentuan yang dianggap berpotensi merugikan penghuni.


Tak kalah penting, Dinas Kesehatan juga didesak turun tangan untuk memastikan persoalan pasokan air tidak berkembang menjadi masalah kesehatan dan sanitasi lingkungan.


“Kami tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Kami hanya ingin hak dasar kami atas air bersih dipenuhi. Jangan sampai warga terus mengeluh tetapi tidak ada tindakan nyata,” ungkap salah seorang perwakilan warga.


Jangan Tunggu Warga Jatuh Sakit


Warga mengingatkan bahwa persoalan air bersih bukan sekadar persoalan kenyamanan. Jika berlangsung berkepanjangan, keterbatasan air dapat mengganggu kebutuhan rumah tangga sekaligus meningkatkan risiko persoalan sanitasi.


Karena itu, warga meminta pemerintah tidak menunggu sampai muncul korban sakit atau persoalan kesehatan yang lebih serius baru mengambil tindakan.


Mereka juga mendesak DPRD terkait segera memanggil pihak pengembang dan pengelola melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk meminta penjelasan terbuka mengenai pengelolaan air, dasar pembebanan biaya pasang ulang, serta solusi konkret bagi penghuni.


Lokasi Perbatasan Jangan Jadi Alasan Saling Lempar Tanggung Jawab


Persoalan semakin krusial karena kawasan Royal Sentraland @BTP berada di wilayah yang berkaitan dengan batas administratif Makassar dan Maros.


Warga meminta kondisi tersebut tidak dijadikan alasan untuk saling melempar kewenangan.


Pemprov Sulsel dan pemerintah daerah terkait harus duduk bersama. Pemeriksaan lapangan dan pemanggilan resmi terhadap pihak yang bertanggung jawab dinilai menjadi langkah yang jauh lebih konkret dibandingkan membiarkan keluhan warga berlarut-larut.


“Jangan tunggu warga sakit baru pemerintah bergerak. Kami sudah menyampaikan keluhan. Sekarang kami meminta pemerintah hadir, turun ke lapangan, periksa dan audit persoalan ini secara terbuka,” tegas warga.


Kini sorotan publik tertuju kepada pemerintah dan wakil rakyat: akankah keluhan warga Royal Sentraland BTP benar-benar ditindaklanjuti, atau kembali berhenti di meja birokrasi?


Warga menegaskan, mereka tidak ingin terus menjadi pihak yang menanggung dampak dari persoalan pelayanan dasar di lingkungan tempat tinggal mereka.


Publik menunggu tindakan nyata, bukan sekadar janji.


(Baramakassar).


 




 
Berita Lainnya :
  • Wamendagri Wiyagus Dorong Kolaborasi Pemerintah Daerah Percepat Penanggulangan TBC
  • Pastikan Kualitas dan Keamanan, Tim Dalwas Tinjau Lima Jembatan Garuda di Boyolali
  • Istana Tegaskan Dugaan Penyadapan dan Akses Ilegal terhadap Kepala Negara Harus Diusut Transparan
  • Hakim Candra Pimpin Sidang Praperadilan Larisman Sihombing dengan Cermat dan Tenang
  • Kemendagri Terima Konsultasi Bapperida Jepara, Perkuat Implementasi e-DALEV SIPD
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Wamendagri Wiyagus Dorong Kolaborasi Pemerintah Daerah Percepat Penanggulangan TBC
    02 Pastikan Kualitas dan Keamanan, Tim Dalwas Tinjau Lima Jembatan Garuda di Boyolali
    03 Istana Tegaskan Dugaan Penyadapan dan Akses Ilegal terhadap Kepala Negara Harus Diusut Transparan
    04 Hakim Candra Pimpin Sidang Praperadilan Larisman Sihombing dengan Cermat dan Tenang
    05 Kemendagri Terima Konsultasi Bapperida Jepara, Perkuat Implementasi e-DALEV SIPD
    06 Kawal Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil Kedawung Bantu Panen Padi Bersama Petani Desa Pengkok
    07 Tiga Syarat Jadi Kades Hebat Versi Wamendagri, Berikut Penjelasannya
    08 Wakapolres Tebing Tinggi Ajak Masyarakat Bersama Jaga Kamtibmas
    09 Wabup Meranti Muzamil Baharudin Jabat Kabid Hubungan Antar Lembaga IMI Riau 2026-2030
    10 Transformasi Digital Jangan Hanya Aplikasi, Kemendagri Tekankan Dampak Nyata bagi Warga
    11 Skandal Penyadapan, Ketum DePA-R : Usut Tuntas, Jangan Ada Penyalahgunaan Kekuasaan!
    12 Babinsa Kemlayan Rutin Sambang Warga Jaga Kondusifitas Wilayah
    13 LPP Atlantara Sambangi Kejari Makassar, Dorong Sinergi Pengawasan Dunia Pendidikan
    14 Gagalkan Pengiriman 15 Kg Sabu Lintas Provinsi, Kapolresta Deli Serdang Apresiasi Kinerja Satresnarkoba
    15 H. Ulung Purnama, SH., MH. Ucapkan Selamat atas Pelantikan 154 Kepala Desa se-Kabupaten Bekasi
    16 Panglima TNI Resmikan Markas Baru Koopssus TNI
    17 Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Kompak Kejar Target Pengecoran Jalan TMMD di Desa Wates
    18 Gempur Sarang Narkoba, Polresta Deli Serdang Tetapkan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja
    19 Patroli Malam Cipta Kondisi, Babinsa Ajak Masyarakat Peduli Keamanan Lingkungan
    20 Kaster TNI Pimpin Sertijab Wakaster, Mayjen TNI Achiruddin Gantikan Mayjen TNI Suhardi
    21 Sekda Meranti Resmi Buka Peluncuran Inovasi Pelita ASN dan Ikan Patin
    22 Kemendagri Perkuat Integrasi Perlindungan Anak dalam Perencanaan Pembangunan Daerah
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © zoinnews.com