Razia PETI Kotanopan oleh Tim Terpadu Pemprov Sumut Dinilai Ecek-Ecek, Kapolri Didesak Ambil Tindak Tegas
Jumat, 03-07-2026 - 15:23:38 WIB
Baca juga:
   
 

 


Mandailing Natal, -.Komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) dalam memberantas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali diuji.  Atas arahan tegas Gubernur Sumut Bobby Nasution, Tim Terpadu menggelar operasi penertiban di Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), kemaren Kamis (02/07/2026). 


Meski berhasil menyita satu unit alat berat jenis ekskavator, operasi ini memicu desakan publik yang kuat agar aparat penegak hukum langsung menindak lanjuti dan tidak hanya melakukan razia yang terkesan formalitas dan "ecek-ecek".


Gelombang desakan penegakan hukum yang tegas serta memberi efek jera kini langsung tertuju ke Markas Besar Polri di Jakarta.


"Kita menagih  komitmen dan bentuk keseriusan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dalam mengeksekusi instruksi Presiden RI dalam pemberantasan mafia tambang illegal. Kapolri harus lebih "ksatria" dan segera instruksikan Kepala Bareskrim Mabes Polri dan Kapoldasu Irjen Pol Wishnu Hermawan Februanto segera meringkus aktor intelektual di balik aktivitas ilegal PETI Kotanopan tersebut, termasuk oknum Kepala Desa Singengu Julu G*nda dan seorang pria berinisial PW alias P*w*ng yang selama ini dikenal arogan dan merasa kebal hukum" tegas Direktur Eksekutif The Madina Green Institute Ridwandy Nasution kepada pers di Panyabungan (03/07) 


Disebutkan, penangkapan dan penetapan status tersangka kepada kedua orang tersebut cukup berdasar, karna selama ini kedua nama tersebut diduga kuat  sebagai bigbos/mafia tambang sekaligus pemodal utama/penyandang dana yang memiliki sindikat kejahatan lingkungan terorganisir dalam bisnis illegal.


Sorotan tajam publik juga telah mencuatkan kedua nama tersebut langsung ke permukaan pada hasil penggerebekan Tim Terpadu Pemprov Sumut kemaren. 


"Tim Terpadu Pemprov Sumut juga telah jelas menemukan fakta kuat adanya operasional tambang di lokasi PETI Kotanopan yang merupakan jaringan GD dan PW selaku pemilik ekskavator dan pemodal utama. Maka tidak ada alasan lagi untuk aparat penegak hukum tetap diam dan jadi pengecut. Kapolri harus menindak lanjuti  aspirasi rakyat ini serta menindak tegas dan menangkap kedua orang tersebut yang selama ini merasa 'kebal hukum' demi  menjaga kepercayaan masyarakat dan menjunjung tinggi nilai profesionalitas, kredibilitas dan integritas Polri di mata rakyat. Kita minta segera tangkap dan seret  kedua mafia tambang tersebut ke ranah hukum," ungkap Ridwandy.


Hal ini juga diperparah,  dengan video viral secara live di medsos yang memamerkan secara arogan aktivitas illegal PETI dengan mengemudikan ekskavator untuk eksploitasi sumber daya alam dan menghancurkan lingkungan. Aktor pelaku disebut berisial Pu**ra yang merupakan  anak kandung dari mafia tambang PW yang terus memicu kecaman dan kemarahan publik.


Ahmad Ridwandy saat memberikan pernyataan Pers bersama Ketua PC Ikatan Pelajar Alwashliyah (IPA) Hanafi Lubis, Ketua Jaringan Aktivis Muda Nahdliyin Nusantara Ahmad Rangkuti, Ketua Kajian Lingkungan dan Study Kerakyatan (KLIK-SK) Dahler Lubis, Ketua Aliansi Muda Peduli Lingkungan (AMPEL) Rahmat Hasibuan, Sekretaris  Peduli Konservasi Alam (PEKA), Ahmad Sulthan menuntut Kapolri agar kedua mafia tambang tersebut nantinya dapat dikenai pasal berlapis. 


Selain tindak pidana kejahatan lingkungan akibat aktivitas illegal yang menghancurkan alam dan lingkungan hidup, kedua nama tersebut harus dijerat dengan penyitaan asset berupa tanah, kebun, sawah, bangunan, kendaraan mewah lainnya untuk dikembalikan ke kas negara karna diduga kuat.akibat tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari hasil penjarahan kekayaan negara lewat PETI.


Senada dengan itu, Ketua Presidum SIPLAH (Solidaritas Mahasiswa Peduli Penyelamatan Hutan dan Lingkungan Hidup) Ahnad Rifai 
meminta ketegasan penuh dari Kapolri agar penertiban ini memberikan efek jera yang nyata, bukan hanya sekadar agenda "plesiran" atau panggung sandiwara layaknya macan ompong tanpa menyentuh para mafia tambang.


Disebutkan, penertiban PETI di Kotanopan oleh Tim Terpadu Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah menyisakan tanda tanya besar publik dan menuai kritik tajam. 


Langkah yang hanya menghasilkan teguran keras dan penghentian sementara, dinilai tidak akan menyentuh akar masalah dan telah gagal memberikan efek jera kepada para pelaku. Hal ini dibuktikan, setelah tim tersebut pulang, aktivitas merusak lingkungan dipastikan beroperasi kembali.


"Ini bukan razia tegas. Tapi hanya penertiban berupa himbauan berkedok sandiwara dan terkesan "ecek-ecek. Gak ngefek gitu loch," ujar Ahmad Rifai.


Dijelaskan, bila Gubernur Sumut konsisten dan serius dalam penindakan, seharusnya nama kedua mafia tambang yang telah disebut oleh Tim Terpadu, langsung bisa di OTT (Operasi Tangkap Tangan) dan diseret ke ranah hukum. Alih-alih disanksi tegas, malah  hanya diberikan teguran berupa secarik kertas untuk ditandatangani.  


"Masyarakat sudah muak dengan sandiwara seperti ini. Hukum yang mandul, penertiban yang sekadar formalitas dan sekadar main-main," pungkasnya.


Lemahnya penegakan hukum dari Tim tersebut tentu wajar memantik spekulasi liar ditengah publik, terkait motif dan agenda terselubung Tim tersebut turun ke Madina. 


Ditandaskan, masalah pertambangan illegal ini akan bisa selesai, jika para mafia tambang diberantas dan diberikan sanksi hukum berat sembari pemerintah mempercepat WPR (Wilayah Pertambangan Rakyat) dan IPR (Izin Pertambangan Rakyat).


PETI di sejumlah titik di Kabupaten Madina, analisa mereka telah menyebabkan kerusakan lingkungan yang serius. Selain itu terjadi perubahan bentang alam, kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang memicu risiko banjir dan longsor, kerusakan lahan pertanian yang merupakan mata pencaharian warga, hilangnya vegetasi, serta terbentuknya lubang galian yang membahayakan keselamatan warga. Ada juga potensi pencemaran air sungai yang merusak ekosistem perairan,  Dampak sosial juga maraknya peredaran narkoba, judi dan prostitusi.


(Magrifatulloh)


 




 
Berita Lainnya :
  • Babinsa Kemlayan Rutin Sambang Warga Jaga Kondusifitas Wilayah
  • LPP Atlantara Sambangi Kejari Makassar, Dorong Sinergi Pengawasan Dunia Pendidikan
  • Gagalkan Pengiriman 15 Kg Sabu Lintas Provinsi, Kapolresta Deli Serdang Apresiasi Kinerja Satresnarkoba
  • H. Ulung Purnama, SH., MH. Ucapkan Selamat atas Pelantikan 154 Kepala Desa se-Kabupaten Bekasi
  • Panglima TNI Resmikan Markas Baru Koopssus TNI
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Babinsa Kemlayan Rutin Sambang Warga Jaga Kondusifitas Wilayah
    02 LPP Atlantara Sambangi Kejari Makassar, Dorong Sinergi Pengawasan Dunia Pendidikan
    03 Gagalkan Pengiriman 15 Kg Sabu Lintas Provinsi, Kapolresta Deli Serdang Apresiasi Kinerja Satresnarkoba
    04 H. Ulung Purnama, SH., MH. Ucapkan Selamat atas Pelantikan 154 Kepala Desa se-Kabupaten Bekasi
    05 Panglima TNI Resmikan Markas Baru Koopssus TNI
    06 Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Kompak Kejar Target Pengecoran Jalan TMMD di Desa Wates
    07 Gempur Sarang Narkoba, Polresta Deli Serdang Tetapkan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja
    08 Patroli Malam Cipta Kondisi, Babinsa Ajak Masyarakat Peduli Keamanan Lingkungan
    09 Kaster TNI Pimpin Sertijab Wakaster, Mayjen TNI Achiruddin Gantikan Mayjen TNI Suhardi
    10 Sekda Meranti Resmi Buka Peluncuran Inovasi Pelita ASN dan Ikan Patin
    11 Kemendagri Perkuat Integrasi Perlindungan Anak dalam Perencanaan Pembangunan Daerah
    12 Babinsa Kemlayan Pererat Silaturahmi dengan Warga Melalui Komsos
    13 Kapolri Mutasi Kapolres Sukoharjo dan Nonaktifkan Tiga Personel Terkait Penggeledahan Ponpes HQ
    14 Perkuat Koordinasi Peradilan Militer, Kaotmilti I Medan Kunjungi Pangdam II/Sriwijaya
    15 56 Siswa TK Pertiwi Slogohimo Kunjungi Koramil 22, Kenali Tugas TNI Sejak Dini
    16 Tinjau RSUD Kondosapata, Gibran Tekankan Kesiapan Dokter dan Alat Kesehatan
    17 Polres Tebing Tinggi Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel Melalui Latihan Dalmas
    18 Bupati Asmar Tinjau Progres Tanjung Samak–Tanjung Kedabu Sepanjang 1,4 Kilometer
    19 Workshop Pengelolaan Sampah, Pemda Belajar Menyeimbangkan Biaya dan Kemampuan Warga
    20 Satgas TMMD Kodim 0724/Boyolali Gelar Donor Darah dan Sosialisasi Kesehatan
    21 Soroti Dugaan Kekerasan terhadap Mahasiswa, PMII Minta Pengawasan Internal PDAM Palopo Diperiksa
    22 Babinsa Peleman Perkuat Kedekatan dengan Peternak Kambing di Desa
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © zoinnews.com