Hari Lahir Pancasila 2026: Di Tangan Mualem, Pancasila Menemukan Makna Perdamaian di Aceh
Senin, 01-06-2026 - 15:14:08 WIB
Baca juga:
   
 

 


Banda Aceh, - Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 menjadi momentum refleksi mendalam bagi masyarakat Aceh. Di tengah berbagai tantangan nasional dan dinamika geopolitik global, perjalanan Aceh pasca-konflik dinilai menjadi salah satu contoh paling nyata bagaimana ideologi negara dapat diterima melalui perdamaian, bukan melalui paksaan.


Hal tersebut disampaikan oleh pengamat sosial dan politik Aceh, **Sofyan, S.Sos**, dalam catatan reflektifnya berjudul *"Di Tangan Mualem, Pancasila Lebih Keramat"* yang menyoroti transformasi sejarah Aceh dari wilayah konflik menjadi daerah yang tumbuh dalam ruang demokrasi.


Menurut Sofyan, Aceh pernah mengalami konflik bersenjata selama lebih dari tiga dekade yang meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat. Namun lahirnya perdamaian melalui Perjanjian Helsinki menjadi titik balik yang mengubah arah sejarah Aceh.


"Generasi yang tumbuh di masa konflik memahami betul bagaimana perbedaan pandangan politik pernah membentuk cara masyarakat melihat negara. Namun sejarah membuktikan bahwa tidak ada konflik yang berlangsung selamanya. Perdamaian membuka jalan baru bagi Aceh untuk membangun masa depan," ujarnya.


Dalam pandangannya, salah satu simbol paling kuat dari keberhasilan perdamaian tersebut adalah terpilihnya Muzakir Manaf (Mualem) sebagai Gubernur Aceh. Sosok yang dahulu dikenal sebagai Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) kini memperoleh legitimasi melalui demokrasi dan dipercaya rakyat untuk memimpin Aceh dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.


"Ketika saya mengatakan bahwa di tangan Mualem, Pancasila lebih keramat, yang dimaksud bukan mengkultuskan tokoh. Ini adalah refleksi sejarah bahwa seorang mantan panglima yang pernah berada di medan konflik kini justru menjadi bagian dari sistem demokrasi yang bertugas menjaga konstitusi dan perdamaian," kata Sofyan.


Ia menilai fenomena tersebut menjadi bukti bahwa Pancasila memiliki kekuatan ketika diterima sebagai kesadaran bersama masyarakat, bukan sekadar sebagai simbol formal negara.


Menurutnya, keberhasilan perdamaian Aceh juga memberikan pesan penting bagi Indonesia bahwa demokrasi mampu mengubah konflik menjadi kompetisi politik yang sehat. Mereka yang dahulu berhadapan di medan konflik kini dipersatukan dalam ruang demokrasi dan pembangunan.


Meski demikian, Sofyan mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidak ringan. Munculnya aktivitas kelompok ASNLF dalam sejumlah forum internasional menunjukkan bahwa isu Aceh masih terus dibawa ke ruang politik global. Di saat yang sama, situasi dunia yang semakin kompleks akibat persaingan geopolitik, konflik internasional, dan perebutan sumber daya strategis menuntut Indonesia memperkuat ketahanan nasional.


"Aceh bukan hanya daerah biasa. Aceh merupakan wilayah strategis Indonesia di pintu masuk Selat Malaka dan kawasan Asia Tenggara. Menjaga Aceh berarti menjaga salah satu kepentingan strategis bangsa," tegasnya.


Karena itu, ia menilai pemerintah pusat dan daerah harus memastikan bahwa perdamaian terus melahirkan keadilan, kesejahteraan, dan harapan bagi masyarakat. Sebab, perdamaian yang tidak menghadirkan manfaat nyata bagi rakyat akan selalu menghadapi berbagai tantangan.


Pada momentum Hari Lahir Pancasila 2026, Sofyan mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam praktik pemerintahan dan kehidupan berbangsa, bukan sekadar slogan seremonial.


"Pancasila harus hadir dalam kebijakan yang berpihak kepada rakyat, pemerintahan yang bersih, pembangunan yang berkeadilan, serta penghormatan terhadap martabat manusia. Aceh telah memilih jalan damai dan demokrasi. Pilihan itu harus terus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat," ujarnya.


Ia menutup refleksinya dengan pesan bahwa sejarah Aceh hari ini telah menunjukkan sebuah pelajaran besar bagi Indonesia.


Perdamaian adalah kemenangan terbesar. Dan sejarah mencatat bahwa Pancasila di Aceh tidak hanya dijaga oleh mereka yang menghafalnya, tetapi juga oleh mereka yang pernah berada di persimpangan sejarah dan akhirnya memilih perdamaian sebagai jalan masa depan.


(Rifai).


 




 
Berita Lainnya :
  • Dugaan Intimidasi dalam Kasus Sengketa Tanah, Warga Medan Minta Kapolri Turun Tangan
  • FERADI WPI Kembangkan Pelatihan Hukum Daring dan Pendidikan Profesi Advokat
  • Gebosan Emas di Nagajuang, Kapolsek Siabu Iptu A.J. Nasution Belum Beri Penjelasan
  • Kodam II/Sriwijaya Evaluasi Kerja Sama TNI AD dengan Perbankan
  • Prof. Zudan: BKN Siap Bantu Penerapan Manajemen Talenta ASN di Banggai Laut dan Banggai Kepulauan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Dugaan Intimidasi dalam Kasus Sengketa Tanah, Warga Medan Minta Kapolri Turun Tangan
    02 FERADI WPI Kembangkan Pelatihan Hukum Daring dan Pendidikan Profesi Advokat
    03 Gebosan Emas di Nagajuang, Kapolsek Siabu Iptu A.J. Nasution Belum Beri Penjelasan
    04 Kodam II/Sriwijaya Evaluasi Kerja Sama TNI AD dengan Perbankan
    05 Prof. Zudan: BKN Siap Bantu Penerapan Manajemen Talenta ASN di Banggai Laut dan Banggai Kepulauan
    06 Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda Gorontalo Perkuat Sinergi dengan Kalangan Akademisi UNG
    07 Cegah Tabrakan Maut di Jalinsum, Kapolres Sergai Turun Langsung Pasang Stiker Pemilik Kendaraan
    08 Tak Sesuai Sistem Merit, BKN Tegaskan Pengisian Jabatan ASN Sulbar Harus Segera Dibenahi
    09 Sat Lantas Polres Tebing Tinggi Ops Patuh Toba 2026 di Titik Rawan Macet dan Kecelakaan
    10 Audiensi dengan Kemendikdasmen, Bupati Asmar Perjuangkan Kelanjutan Revitalisasi 72 Sekolah di Meranti
    11 Polres Sergai Ungkap Kasus Pupuk Palsu Bermerek Naga Mas dan Penyalahgunaan BBM
    12 Wamendagri Wiyagus Dorong Kolaborasi Pemerintah Daerah Percepat Penanggulangan TBC
    13 Pastikan Kualitas dan Keamanan, Tim Dalwas Tinjau Lima Jembatan Garuda di Boyolali
    14 Istana Tegaskan Dugaan Penyadapan dan Akses Ilegal terhadap Kepala Negara Harus Diusut Transparan
    15 Hakim Candra Pimpin Sidang Praperadilan Larisman Sihombing dengan Cermat dan Tenang
    16 Kemendagri Terima Konsultasi Bapperida Jepara, Perkuat Implementasi e-DALEV SIPD
    17 Kawal Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil Kedawung Bantu Panen Padi Bersama Petani Desa Pengkok
    18 Tiga Syarat Jadi Kades Hebat Versi Wamendagri, Berikut Penjelasannya
    19 Wakapolres Tebing Tinggi Ajak Masyarakat Bersama Jaga Kamtibmas
    20 Transformasi Digital Jangan Hanya Aplikasi, Kemendagri Tekankan Dampak Nyata bagi Warga
    21 Skandal Penyadapan, Ketum DePA-R : Usut Tuntas, Jangan Ada Penyalahgunaan Kekuasaan!
    22 Babinsa Kemlayan Rutin Sambang Warga Jaga Kondusifitas Wilayah
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © zoinnews.com