Desakan Warga, Amir Mahmud di Minta Mundur dari Kepala MTs GUPPI Malintang
Kamis, 21-05-2026 - 14:30:52 WIB
Baca juga:
   
 

 


Malintang, - Desakan warga makin menguat agar kepemimpinan di institusi pendidikan Islam GUPPI Malintang  segera berganti. Amir Mahmud yang saat ini menjabat sebagai pimpinan madrasah didesak untuk mundur dan meletakkan jabatan.


Sejumlah warga dan wali murid  yang ditemui awak media (20/5/2026), mengungkapkan kekecewaan  mendalam atas sikap arogansi dan ambisius Amir Mahmud yang tanpa merasa malu bisa menghalalkan secara cara untuk mempertahankan jabatannya sebagai Kepala MTs GUPPI Malintang, padahal dinilai warga sudah tidak amanah dan kerap bermasalah. 


Warga juga mempertanyakan proses keabsahan jabatan Kepala MTs diduga diraih dengan skenario kotor dan penuh rekayasa yang telah lama diragukan warga. 


Wali murid berinisial A Lubis kepada media menguraikan kronologi pasca wafatnya H. Azhari  Hasibuan sebagai Kepala MTs GUPPI Malintang yang juga merangkap Ketua Yayasan,  sejak Agustus 2025 diduga kuat  Amir Mahmud dengan motif ambisius dan  syahwat kepentingan pribadi yang begitu tinggi, diduga telah melakukan rekayasa dan manipulasi dokumen untuk mengangkat dirinya sendiri menjadi Kepala MTs GUPPI Malintang tanpa melalui prosedur resmi seperti rapat Yayasan, Dewan Guru, Komite Madrasah, Wali Murid, BPD dan Kades. 
"
Udah gak benar cara Amir Mahmud ini meraih kekuasaan dengan ambisius dan intrik manipulatif. Tanpa melalui prosedur rapat Yayasan, Dewan Guru, Komite Madrasah, BPD, Wali Murid dan aparat desa.  Sungguh cara yang tidak berakhlakqul karimah dan sama sekali tidak menghargai warga dan nilai moral pendidikan. Jadi semua warga tidak dianggap sama dia (Amir).  Bila cara kotor dilakukan untuk meraih jabatan, maka tunggulah kehancurannya," ungkap sumber.


Sementara itu, sumber lain wali murid bermarga Batubara yang berdomisili di sekitaran madrasah  menyatakan bahwa kekhawatiran warga makin memuncak ketika melihat fakta kepemimpinan Amir Mahmud selama hampir setahun menjabat, sama sekali tidak memberikan kemajuan dan perubahan berarti bagi madrasah. Malahan fakta ril yang terjadi adalah kemerosotan tajam dan kemunduran. 
Bahkan Amir Mahmud sangat jarang masuk ke sekolah, "bolos" dan lebih memilih sibuk dengan aktivitasnya diluar sekolah. Kemudian di Madrasah itu sendiri, tambah sumber tsb sangat jarang dilakukan upacara nasional penaikan bendera pada hari Senin.


 Ditambahkan warga, Amir Mahmud juga tidak pernah mendukung dana operasional untuk kegiatan Madrasah. Selain itu tidak pernah terlihat ada pembelian alat-alat pendukung sarana prasarana sekolah, bahkan papan tulis juga masih menggunakan kapur belum "white board" dan spidol,  ditambah lagi kondisi mobiuler berupa kursi, meja, asbes dll hampir seluruhnya dalam keadaan rusak berat. 


Kemerosotan moral dan prestasi siswa juga makin parah akibat tidak adanya pembinaan dan tangungjawab Amir Mahmud sebagai Kepala Madrasah. Selain itu kesemrawutan dan kekumuhan Madrasah juga menjadi sorotan warga sehingga jauh dari kata layak sebagai madrasah. Selain itu suasana harmonis dan  kekeluargaan juga sudah terasa asing di Madrasah tersebut, yang diperparah dengan sikap Amir Mahmud yang kerap arogan dan tidak demokratis bagi warga Madrasah. 


"Kami hanya menginginkan kualitas Madrasah ini makin maju. Tapi kenyataannya membuat kita miris. Setelah dijabat oleh Amir Mahmud ternyata makin parah dan makin mundur," ucap sumber warga.


Dampak lemahnya kepemimpinan Amir Mahmud akibat jarangnya hadir ke sekolah, telah mengakibatkan dampak nyata menurunnya kedisiplinan, merosotnya jumlah siswa baru dan kegiatan ekstrakurikuler madrasah nyaris lumpuh sehingga tak ada prestasi yang dibanggakan dari madrasah setelah dipimpin oleh Amir Mahmud. 


"Kami warga Malintang hanya ingin Amir Mahmud segera diganti. Dia harus sadar diri dan tau malu untuk segera mengundurkan diri. Kami ingin Madrasah ini kembali hidup dan terasa manfaatnya bagi warga. Pemimpin yang abai dan tidak peduli dengan Madrasah akan berdampak pada motivasi, prestasi dan masa depan peserta didik. Pilihan mengundurkan diri adalah solusi terbaik untuk Amir Mahmud," terang warga dengan lantang.


Lebih fatal ungkap sumber lainnya bermarga Hasibuan, dana BOS Madrasah dengan 140-an siswa diduga kuat bermasalah dan berpotensi tinggi rawan korupsi akibat tata kelola yang dinilai tidak transparan. 


Warga paruh baya ini mengungkapkan akan mempertimbangkan langkah hukum melakukan pelaporan atas dugaan KKN dalam tata kelola Dana BOS tersenut. 


"Kita sudah mengantongi data dan temuan. Kita akan mempelajari hal ini dan tidak tertutup kemungkinan akan melaporkan hal ini ke penegak hukum untuk diusut tuntas" jelasnya.


Pengelolaan Dana BOS madrasah ungkap sumber tsb, diduga hanya untuk kepentingan pribadi pimpinan madrasah dengan motif  memperkaya diri sehingga berpotensi merugikan keuangan negara. "Amir Mahmud diduga hanya main sendiri, tanpa melibatkan Dewan Guru, Komite Madrasah dan tidak transparan. Bendahara Madrasah juga hanya sekadar pajangan nama tanpa difungsikan," kesalnya. 


Warga berharap agar Kepala Kantor Kementerian Agama Kab Madina dan pihak terkait seperti Camat, BPD, Pj Kades, Dewan Guru, Komite Madrasah, Wali Murid, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, dan warga di Malintang segera melakukan rapat untuk mencari solusi terbaik dan membentuk Yayasan yang baru dengan mengakomodir aspirasi warga demi menyelamatkan madrasah yang tengah dilanda kisruh ini dan terus menjadi sorotan luas sejumlah kalangan ini.


(Magrifatulloh).


 




 
Berita Lainnya :
  • Tiga Syarat Jadi Kades Hebat Versi Wamendagri, Berikut Penjelasannya
  • Wakapolres Tebing Tinggi Ajak Masyarakat Bersama Jaga Kamtibmas
  • Wabup Meranti Muzamil Baharudin Jabat Kabid Hubungan Antar Lembaga IMI Riau 2026-2030
  • Transformasi Digital Jangan Hanya Aplikasi, Kemendagri Tekankan Dampak Nyata bagi Warga
  • Skandal Penyadapan, Ketum DePA-R : Usut Tuntas, Jangan Ada Penyalahgunaan Kekuasaan!
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Tiga Syarat Jadi Kades Hebat Versi Wamendagri, Berikut Penjelasannya
    02 Wakapolres Tebing Tinggi Ajak Masyarakat Bersama Jaga Kamtibmas
    03 Wabup Meranti Muzamil Baharudin Jabat Kabid Hubungan Antar Lembaga IMI Riau 2026-2030
    04 Transformasi Digital Jangan Hanya Aplikasi, Kemendagri Tekankan Dampak Nyata bagi Warga
    05 Skandal Penyadapan, Ketum DePA-R : Usut Tuntas, Jangan Ada Penyalahgunaan Kekuasaan!
    06 Babinsa Kemlayan Rutin Sambang Warga Jaga Kondusifitas Wilayah
    07 LPP Atlantara Sambangi Kejari Makassar, Dorong Sinergi Pengawasan Dunia Pendidikan
    08 Gagalkan Pengiriman 15 Kg Sabu Lintas Provinsi, Kapolresta Deli Serdang Apresiasi Kinerja Satresnarkoba
    09 H. Ulung Purnama, SH., MH. Ucapkan Selamat atas Pelantikan 154 Kepala Desa se-Kabupaten Bekasi
    10 Panglima TNI Resmikan Markas Baru Koopssus TNI
    11 Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Kompak Kejar Target Pengecoran Jalan TMMD di Desa Wates
    12 Gempur Sarang Narkoba, Polresta Deli Serdang Tetapkan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja
    13 Patroli Malam Cipta Kondisi, Babinsa Ajak Masyarakat Peduli Keamanan Lingkungan
    14 Kaster TNI Pimpin Sertijab Wakaster, Mayjen TNI Achiruddin Gantikan Mayjen TNI Suhardi
    15 Sekda Meranti Resmi Buka Peluncuran Inovasi Pelita ASN dan Ikan Patin
    16 Kemendagri Perkuat Integrasi Perlindungan Anak dalam Perencanaan Pembangunan Daerah
    17 Babinsa Kemlayan Pererat Silaturahmi dengan Warga Melalui Komsos
    18 Kapolri Mutasi Kapolres Sukoharjo dan Nonaktifkan Tiga Personel Terkait Penggeledahan Ponpes HQ
    19 Perkuat Koordinasi Peradilan Militer, Kaotmilti I Medan Kunjungi Pangdam II/Sriwijaya
    20 56 Siswa TK Pertiwi Slogohimo Kunjungi Koramil 22, Kenali Tugas TNI Sejak Dini
    21 Tinjau RSUD Kondosapata, Gibran Tekankan Kesiapan Dokter dan Alat Kesehatan
    22 Polres Tebing Tinggi Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel Melalui Latihan Dalmas
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © zoinnews.com