Jawa Barat Jadi Provinsi Fokus Baru Kerja Sama RI–UNICEF Periode 2026–2030
Selasa, 19-05-2026 - 21:32:48 WIB
Baca juga:
   
 

 


Bandung, - Pemerintah Pusat bersama UNICEF menyelenggarakan Rapat Koordinasi Awal Program Kerja Sama Pemerintah RI–UNICEF Periode 2026–2030 dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai provinsi fokus baru dalam kerangka kerja sama Country Program Action Plan (CPAP) Pemerintah RI-UNICEF Periode 2026-2030 pada Senin (18/5) di Kantor Bappeda Provinsi Jawa Barat, Bandung. 


Forum ini menjadi langkah awal penguatan sinergi lintas sektor dalam mendukung pembangunan manusia serta pemenuhan hak-hak anak melalui pendekatan kerja sama yang lebih strategis dan berkelanjutan.


Kegiatan dihadiri oleh unsur Pemerintah Pusat, UNICEF, dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dari Pemerintah Pusat hadir Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah IV dan Penanggungjawab Substansi Pendidikan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri serta Perwakilan dari Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas. 


UNICEF menghadirkan Deputy Representative, Chief of Planning, Monitoring dan Evaluation, Chief of Field Operations, Chief of Field Office Jawa Barat, Chief of Nutrition, Chief of Education dan Planning Specialist. 


Dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat hadir Wakil Gubernur Jawa Barat, Kepala Bappeda Provinsi beserta jajaran, serta perangkat daerah terkait provinsi lainnya.


Pada sambutannya, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menegaskan bahwa pembangunan manusia merupakan fondasi utama dalam mewujudkan Jawa Barat yang maju dan berkelanjutan. “Oleh karena itu, arah pembangunan Jawa Barat ke depan menitikberatkan pada penguatan kualitas manusia yang unggul, sehat, berkarakter, dan berdaya saing,” kata Erwan. 


Menurutnya, kolaborasi dengan UNICEF memiliki arti strategis dalam mempercepat pencapaian target pembangunan daerah, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kualitas layanan dasar dan kesejahteraan masyarakat.


Sementara itu, paparan UNICEF menunjukkan bahwa Indonesia telah mencapai berbagai kemajuan dalam pembangunan anak, antara lain penurunan angka kemiskinan anak, meningkatnya angka penyelesaian pendidikan menengah pertama, serta penurunan jumlah anak yang belum memperoleh vaksinasi. Namun demikian, tantangan masih dihadapi, termasuk masih adanya anak yang hidup di bawah garis kemiskinan, keterbatasan akses sanitasi aman, stunting, serta capaian literasi yang perlu terus ditingkatkan.


UNICEF menjelaskan bahwa kerja sama Pemerintah RI–UNICEF periode 2026–2030 dirancang melalui pendekatan yang lebih terarah dan strategis, dengan memusatkan dukungan kebijakan dan pendampingan teknis pada wilayah fokus yang memiliki kebutuhan dan potensi terbesar. Pendekatan tersebut dilakukan melalui penguatan kebijakan berbasis bukti, penguatan sistem nasional, serta pendampingan intensif di provinsi fokus guna menghasilkan dampak yang berkelanjutan dan berskala luas.


Provinsi Jawa Barat sendiri ditetapkan sebagai salah satu dari 13 provinsi fokus dalam kerangka kerja sama Country Programme Action Plan (CPAP) Pemerintah RI–UNICEF periode 2026–2030. Penetapan ini mempertimbangkan berbagai indikator kesejahteraan dan kerentanan anak, termasuk tingkat kemiskinan, deprivasi multidimensi, serta prioritas pembangunan nasional dan daerah.


Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah IV Ditjen Bina Bangda Kemendagri, Paudah, menyampaikan bahwa rapat koordinasi awal ini merupakan tindak lanjut atas penetapan Jawa Barat sebagai provinsi fokus baru dalam kerja sama RI–UNICEF. 


Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keterlibatan UNICEF di Jawa Barat diarahkan melalui pendekatan menyeluruh bagi anak (whole child approach) yang mencakup penguatan kebijakan, peningkatan kapasitas, serta pendampingan teknis lintas sektor guna menghasilkan dampak pembangunan yang lebih luas dengan pemanfaatan sumber daya secara optimal.


Rapat koordinasi ini juga membahas arah kebijakan daerah dalam pemenuhan pelayanan dasar anak pada sektor gizi, kesehatan, pendidikan, perlindungan anak, iklim dan lingkungan, WASH, serta kebijakan sosial. 


Selain itu, forum digunakan untuk mendiskusikan tata kelola pemerintahan, mekanisme koordinasi lintas perangkat daerah, serta penguatan kapasitas pemerintah daerah dalam menjalankan kebijakan dan menyelesaikan berbagai persoalan publik terkait hak anak.


Penanggung Jawab Operasional Kegiatan Program Kerja Sama Pemerintah RI-UNICEF di Kementerian PPN/Bappenas, Arifi, menekankan bahwa hibah dalam kerja sama Pemerintah RI–UNICEF berfungsi sebagai katalis yang memperkuat upaya pembangunan nasional dan daerah. Selain itu, Kerja sama RI–UNICEF di provinsi wilayah Jawa ditekankan pada penguatan dari sisi kebijakannya.


Ia menambahkan bahwa forum koordinasi seperti ini diharapkan mampu berjalan optimal untuk mengidentifikasi potensi-potensi kerja sama yang dapat dikembangkan ke depan. Menurutnya, koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus berjalan secara paralel agar implementasi program dapat berlangsung efektif, selaras, dan berkelanjutan.


Sebagai bagian dari amanat Kementerian Dalam Negeri, pemerintah daerah juga didorong untuk mengintegrasikan praktik baik hasil kerja sama UNICEF ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah, memperkuat koordinasi lintas sektor, menyediakan data dan informasi secara berkala, serta menjamin keberlanjutan program melalui penguatan kebijakan dan kelembagaan daerah. 


Rapat koordinasi awal ini diharapkan menghasilkan identifikasi potensi dan tantangan daerah, rekomendasi kebutuhan program, serta dukungan koordinasi dan kerja sama yang diperlukan untuk memastikan intervensi pembangunan anak di Jawa Barat berjalan secara efektif, terintegrasi, dan berdampak nyata bagi masyarakat.


(M.Husnie).


 


 


 




 
Berita Lainnya :
  • Prabowo Panggil Dirut KAI, Bahas Revitalisasi Monas dan Stasiun Gambir
  • Bupati Asmar Jajaki Investasi Sagu Meranti, Bidik Pasar Jepang
  • Integrasi Data K/L Jadi Kunci Pembangunan Tepat Sasaran, Ini Penjelasan Mendagri
  • Dugaan Intimidasi dalam Kasus Sengketa Tanah, Warga Medan Minta Kapolri Turun Tangan
  • FERADI WPI Kembangkan Pelatihan Hukum Daring dan Pendidikan Profesi Advokat
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Prabowo Panggil Dirut KAI, Bahas Revitalisasi Monas dan Stasiun Gambir
    02 Bupati Asmar Jajaki Investasi Sagu Meranti, Bidik Pasar Jepang
    03 Integrasi Data K/L Jadi Kunci Pembangunan Tepat Sasaran, Ini Penjelasan Mendagri
    04 Dugaan Intimidasi dalam Kasus Sengketa Tanah, Warga Medan Minta Kapolri Turun Tangan
    05 FERADI WPI Kembangkan Pelatihan Hukum Daring dan Pendidikan Profesi Advokat
    06 Gebosan Emas di Nagajuang, Kapolsek Siabu Iptu A.J. Nasution Belum Beri Penjelasan
    07 Kodam II/Sriwijaya Evaluasi Kerja Sama TNI AD dengan Perbankan
    08 Prof. Zudan: BKN Siap Bantu Penerapan Manajemen Talenta ASN di Banggai Laut dan Banggai Kepulauan
    09 Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda Gorontalo Perkuat Sinergi dengan Kalangan Akademisi UNG
    10 Cegah Tabrakan Maut di Jalinsum, Kapolres Sergai Turun Langsung Pasang Stiker Pemilik Kendaraan
    11 Tak Sesuai Sistem Merit, BKN Tegaskan Pengisian Jabatan ASN Sulbar Harus Segera Dibenahi
    12 Sat Lantas Polres Tebing Tinggi Ops Patuh Toba 2026 di Titik Rawan Macet dan Kecelakaan
    13 Audiensi dengan Kemendikdasmen, Bupati Asmar Perjuangkan Kelanjutan Revitalisasi 72 Sekolah di Meranti
    14 Polres Sergai Ungkap Kasus Pupuk Palsu Bermerek Naga Mas dan Penyalahgunaan BBM
    15 Wamendagri Wiyagus Dorong Kolaborasi Pemerintah Daerah Percepat Penanggulangan TBC
    16 Pastikan Kualitas dan Keamanan, Tim Dalwas Tinjau Lima Jembatan Garuda di Boyolali
    17 Istana Tegaskan Dugaan Penyadapan dan Akses Ilegal terhadap Kepala Negara Harus Diusut Transparan
    18 Hakim Candra Pimpin Sidang Praperadilan Larisman Sihombing dengan Cermat dan Tenang
    19 Kemendagri Terima Konsultasi Bapperida Jepara, Perkuat Implementasi e-DALEV SIPD
    20 Kawal Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil Kedawung Bantu Panen Padi Bersama Petani Desa Pengkok
    21 Tiga Syarat Jadi Kades Hebat Versi Wamendagri, Berikut Penjelasannya
    22 Wakapolres Tebing Tinggi Ajak Masyarakat Bersama Jaga Kamtibmas
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © zoinnews.com