Pemerintah DKI Jakarta Berhasil Percepat Pengolahan Sampah Organik dari 7 Hari Jadi 2 Jam
Senin, 11-05-2026 - 11:51:18 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat meninjau pengolahan sampah organik di Pasar Area 7 Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Senin (11/5/2026). 
Baca juga:
   
 

 


Jakarta, - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau pengolahan sampah organik di Pasar Area 7 Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Senin (11/5/2026). 


Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Pramono menyoroti penggunaan teknologi hidrotermal yang mampu memangkas waktu pengolahan sampah organik dari metode konvensional selama sekitar tujuh hingga 10 hari menjadi hanya dua jam untuk setiap proses pengolahan.


Teknologi hidrotermal memanfaatkan uap panas bertekanan tinggi untuk mengurai sampah organik tanpa proses pembakaran. 


Inovasi ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkuat pengelolaan sampah dari sumber, khususnya di pasar tradisional yang menghasilkan sampah organik dalam jumlah besar setiap hari.


“Dengan teknologi hidrotermal, waktu pengolahan sampah dapat dipangkas menjadi sekitar dua jam untuk setiap batch. Ini merupakan inovasi yang sangat baik karena mampu mempercepat proses pengolahan sekaligus menghasilkan produk yang bernilai ekonomis,” ujar Gubernur Pramono.


Berdasarkan hasil uji coba pada April 2026, total sampah organik yang berhasil diolah di Pasar Kramat Jati mencapai 1.708,1 kilogram. Dari proses tersebut dihasilkan 936 liter pupuk cair dengan efisiensi waktu pengolahan hingga 80 kali lebih cepat dibandingkan metode konvensional. Selain pupuk cair, pengolahan juga menghasilkan residu padat yang dapat dimanfaatkan kembali sebagai media tanam maupun pupuk organik.


Gubernur Pramono mengatakan, capaian tersebut menunjukkan inovasi pengelolaan sampah di tingkat sumber dapat memberikan hasil nyata dan terukur. Menurutnya, pendekatan ini penting untuk mengurangi beban sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang sekaligus memperkuat ekonomi sirkular di Jakarta.


“Capaian ini menunjukkan bahwa inovasi pengelolaan sampah dapat memberikan hasil nyata dan terukur. Ke depan, kami ingin implementasi di Pasar Kramat Jati menjadi percontohan bagi pasar-pasar lain di bawah naungan Perumda Pasar Jaya,” tuturnya.


Pasar Kramat Jati memiliki 1.803 tempat usaha dan menghasilkan sekitar enam ton sampah setiap hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 75 hingga 80 persen merupakan sampah organik, seperti sisa sayuran, buah-buahan, daun, dan makanan. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah organik berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, bau tidak sedap, serta gangguan kesehatan bagi masyarakat sekitar.


Gubernur Pramono menegaskan pasar tradisional memiliki peran strategis dalam pengurangan sampah kota. Pengelolaan sampah di pasar harus dilakukan secara lebih terukur dan tidak lagi hanya bergantung pada pengangkutan ke tempat pengolahan akhir.


“Pengolahan sampah organik menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pasar yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Kami ingin pasar-pasar di Jakarta tidak hanya menjadi pusat ekonomi, tetapi juga menjadi ruang publik yang nyaman dan ramah lingkungan,” katanya.


Peninjauan ini juga menjadi bagian dari tindak lanjut Gerakan Pilah Sampah yang telah dimulai pada 10 Mei 2026. Gubernur Pramono menilai keterlibatan masyarakat, pedagang, pengelola pasar, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam memperkuat pengelolaan sampah dari sumber.


“Gerakan pilah sampah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pengelolaan sampah dari sumber menjadi langkah penting agar permasalahan sampah di Jakarta dapat ditangani secara lebih efektif,” ujarnya.


Ia menambahkan, kolaborasi Pemprov DKI Jakarta dan Perumda Pasar Jaya menjadi kunci dalam memperluas penerapan pasar hijau di Jakarta. Program ini diharapkan dapat membangun sistem pengelolaan sampah pasar yang lebih modern, efektif, dan berkelanjutan.


“Ini bukan sekadar upaya membuang sampah, melainkan mengubah limbah menjadi aset yang memiliki manfaat ekologis dan ekonomis. Pemprov DKI Jakarta berkomitmen terus menghadirkan inovasi pengelolaan lingkungan demi mewujudkan Jakarta yang lebih bersih dan berkelanjutan,” pungkas Gubernur Pramono.


(*).


 




 
Berita Lainnya :
  • Tiga Syarat Jadi Kades Hebat Versi Wamendagri, Berikut Penjelasannya
  • Wakapolres Tebing Tinggi Ajak Masyarakat Bersama Jaga Kamtibmas
  • Wabup Meranti Muzamil Baharudin Jabat Kabid Hubungan Antar Lembaga IMI Riau 2026-2030
  • Transformasi Digital Jangan Hanya Aplikasi, Kemendagri Tekankan Dampak Nyata bagi Warga
  • Skandal Penyadapan, Ketum DePA-R : Usut Tuntas, Jangan Ada Penyalahgunaan Kekuasaan!
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Tiga Syarat Jadi Kades Hebat Versi Wamendagri, Berikut Penjelasannya
    02 Wakapolres Tebing Tinggi Ajak Masyarakat Bersama Jaga Kamtibmas
    03 Wabup Meranti Muzamil Baharudin Jabat Kabid Hubungan Antar Lembaga IMI Riau 2026-2030
    04 Transformasi Digital Jangan Hanya Aplikasi, Kemendagri Tekankan Dampak Nyata bagi Warga
    05 Skandal Penyadapan, Ketum DePA-R : Usut Tuntas, Jangan Ada Penyalahgunaan Kekuasaan!
    06 Babinsa Kemlayan Rutin Sambang Warga Jaga Kondusifitas Wilayah
    07 LPP Atlantara Sambangi Kejari Makassar, Dorong Sinergi Pengawasan Dunia Pendidikan
    08 Gagalkan Pengiriman 15 Kg Sabu Lintas Provinsi, Kapolresta Deli Serdang Apresiasi Kinerja Satresnarkoba
    09 H. Ulung Purnama, SH., MH. Ucapkan Selamat atas Pelantikan 154 Kepala Desa se-Kabupaten Bekasi
    10 Panglima TNI Resmikan Markas Baru Koopssus TNI
    11 Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Kompak Kejar Target Pengecoran Jalan TMMD di Desa Wates
    12 Gempur Sarang Narkoba, Polresta Deli Serdang Tetapkan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja
    13 Patroli Malam Cipta Kondisi, Babinsa Ajak Masyarakat Peduli Keamanan Lingkungan
    14 Kaster TNI Pimpin Sertijab Wakaster, Mayjen TNI Achiruddin Gantikan Mayjen TNI Suhardi
    15 Sekda Meranti Resmi Buka Peluncuran Inovasi Pelita ASN dan Ikan Patin
    16 Kemendagri Perkuat Integrasi Perlindungan Anak dalam Perencanaan Pembangunan Daerah
    17 Babinsa Kemlayan Pererat Silaturahmi dengan Warga Melalui Komsos
    18 Kapolri Mutasi Kapolres Sukoharjo dan Nonaktifkan Tiga Personel Terkait Penggeledahan Ponpes HQ
    19 Perkuat Koordinasi Peradilan Militer, Kaotmilti I Medan Kunjungi Pangdam II/Sriwijaya
    20 56 Siswa TK Pertiwi Slogohimo Kunjungi Koramil 22, Kenali Tugas TNI Sejak Dini
    21 Tinjau RSUD Kondosapata, Gibran Tekankan Kesiapan Dokter dan Alat Kesehatan
    22 Polres Tebing Tinggi Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel Melalui Latihan Dalmas
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © zoinnews.com