Ancaman Kekeringan dan Masa Depan Batam
Jumat, 08-05-2026 - 09:44:12 WIB
Dr. NursalimTinggi, S. Pd.,M.Pd.
Baca juga:
   
 

 


Batam selama ini dikenal sebagai kota industri, perdagangan, dan pertumbuhan ekonomi yang berkembang sangat cepat. Gedung-gedung terus berdiri, kawasan perumahan semakin meluas, dan jumlah penduduk bertambah dari tahun ke tahun. 


Namun di balik kemajuan tersebut, tersimpan ancaman besar yang mulai dirasakan masyarakat hari ini, yaitu meningkatnya suhu panas dan ancaman krisis air bersih yang dikhawatirkan akan semakin parah dalam sepuluh tahun mendatang.


Salah satu persoalan yang paling terlihat adalah semakin berkurangnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. Sampah masih banyak dibuang sembarangan, baik di drainase, pinggir jalan, maupun di sekitar waduk dan kawasan hutan. 


Ketika hujan turun, saluran air tersumbat oleh tumpukan sampah sehingga air tidak mengalir dengan baik. Lingkungan menjadi kotor, banjir mudah terjadi, dan kualitas sumber air perlahan menurun. 


Padahal persoalan sampah bukan hanya tentang kebersihan, tetapi juga berkaitan langsung dengan masa depan lingkungan dan kesehatan masyarakat.


Selain itu, penebangan pohon yang terus terjadi tanpa diimbangi penghijauan kembali juga menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan alam di Batam. 


Banyak kawasan hijau berubah menjadi perumahan, pertokoan, maupun proyek pembangunan lainnya. Pohon-pohon yang dahulu menjadi peneduh dan penyerap air hujan kini semakin sedikit. 


Akibatnya suhu udara terasa semakin panas, tanah kehilangan kemampuan menyimpan air, dan daerah resapan semakin berkurang. Jika kondisi ini terus berlangsung, maka Batam perlahan akan kehilangan keseimbangan ekologisnya.


Perubahan iklim global turut memperparah keadaan. Cuaca menjadi tidak menentu, musim panas terasa lebih panjang, dan curah hujan tidak lagi stabil. Waduk-waduk yang menjadi sumber utama air bersih bagi masyarakat menghadapi tekanan berat karena kebutuhan air terus meningkat sementara cadangan air semakin terbatas. 


Dalam situasi seperti ini, masyarakat kecil menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya. Tidak sedikit warga yang harus menunggu air mengalir pada tengah malam, membeli air dengan harga mahal, bahkan kesulitan memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga.


Krisis air bukan sekadar persoalan teknis, melainkan ancaman sosial dan kemanusiaan. Ketika air sulit diperoleh, kehidupan masyarakat ikut terganggu. Aktivitas rumah tangga menjadi sulit, kesehatan menurun, dan keresahan sosial dapat muncul di tengah masyarakat.


Jika kondisi ini tidak segera diantisipasi, maka generasi mendatang akan mewarisi kota yang panas, gersang, dan mengalami kekurangan air bersih.


Karena itu, menjaga lingkungan harus menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah perlu memperkuat kebijakan perlindungan hutan dan daerah resapan air. Pengusaha harus memiliki kepedulian terhadap kelestarian alam dalam setiap pembangunan. 


Masyarakat pun harus mulai membangun kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi kerusakan lingkungan, dan menanam kembali pohon-pohon yang telah hilang.


Batam membutuhkan pembangunan yang seimbang antara kemajuan ekonomi dan kelestarian alam. Sebab kota yang maju bukan hanya diukur dari banyaknya gedung dan investasi, tetapi juga dari kemampuan menjaga udara tetap sejuk, lingkungan tetap hijau, dan air bersih tetap tersedia bagi masyarakatnya. 


Jika manusia terus abai terhadap alam, maka sepuluh tahun mendatang Batam bukan hanya menghadapi panas yang menyengat, tetapi juga ancaman kekeringan yang dapat menjadi persoalan besar bagi kehidupan masyarakat.


Oleh: Dr. NursalimTinggi, S. Pd.,M.P.


Ketua Afiliasi Pengajar, Peneliti Budaya, Bahasa, Sastra, Komunikasi, Seni dan Desain (AFEBSKID) Provinsi Kepulauan Riau | Humas Da,i Kamtibmas Indonesia | Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Provinsi Kepulauan Riau | Ketua Fahmi Tamami Kota Batam | Ketua Pendiri Yayasan Dewan Dakwah Turatea Indonesia


 


 


 




 
Berita Lainnya :
  • Itwasda Polda Sumut Audit Kinerja Tahap II T.A. 2026 Di Polres Tebing Tinggi
  • Yusril Ihza Mahendra Terima Gelar Doktor Honoris Causa dari UIN Ar-Raniry
  • Sentuh Sisi Kemanusiaan, Kapolres Sergai Besuk Balita Penderita Tumor Kepala
  • Pimpin Pengarahan Perdana, Plt. KSP Tekankan Integritas dan Akuntabilitas
  • Bongkar Kasus Penyadapan Presiden, PP IPA Beri Dukungan Penuh untuk Kapolri Jenderal Suyudi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Itwasda Polda Sumut Audit Kinerja Tahap II T.A. 2026 Di Polres Tebing Tinggi
    02 Yusril Ihza Mahendra Terima Gelar Doktor Honoris Causa dari UIN Ar-Raniry
    03 Sentuh Sisi Kemanusiaan, Kapolres Sergai Besuk Balita Penderita Tumor Kepala
    04 Pimpin Pengarahan Perdana, Plt. KSP Tekankan Integritas dan Akuntabilitas
    05 Bongkar Kasus Penyadapan Presiden, PP IPA Beri Dukungan Penuh untuk Kapolri Jenderal Suyudi
    06 Polri dan BNN Gandeng ONCB Thailand Kejar Buronan Jaringan Narkotika di Perbatasan
    07 Satgas TMMD Kodim Boyolali Bersama Warga Kebut Pengecoran Jalan
    08 Prabowo Panggil Dirut KAI, Bahas Revitalisasi Monas dan Stasiun Gambir
    09 Bupati Asmar Jajaki Investasi Sagu Meranti, Bidik Pasar Jepang
    10 Integrasi Data K/L Jadi Kunci Pembangunan Tepat Sasaran, Ini Penjelasan Mendagri
    11 Dugaan Intimidasi dalam Kasus Sengketa Tanah, Warga Medan Minta Kapolri Turun Tangan
    12 FERADI WPI Kembangkan Pelatihan Hukum Daring dan Pendidikan Profesi Advokat
    13 Gebosan Emas di Nagajuang, Kapolsek Siabu Iptu A.J. Nasution Belum Beri Penjelasan
    14 Kodam II/Sriwijaya Evaluasi Kerja Sama TNI AD dengan Perbankan
    15 Prof. Zudan: BKN Siap Bantu Penerapan Manajemen Talenta ASN di Banggai Laut dan Banggai Kepulauan
    16 Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda Gorontalo Perkuat Sinergi dengan Kalangan Akademisi UNG
    17 Cegah Tabrakan Maut di Jalinsum, Kapolres Sergai Turun Langsung Pasang Stiker Pemilik Kendaraan
    18 Tak Sesuai Sistem Merit, BKN Tegaskan Pengisian Jabatan ASN Sulbar Harus Segera Dibenahi
    19 Sat Lantas Polres Tebing Tinggi Ops Patuh Toba 2026 di Titik Rawan Macet dan Kecelakaan
    20 Audiensi dengan Kemendikdasmen, Bupati Asmar Perjuangkan Kelanjutan Revitalisasi 72 Sekolah di Meranti
    21 Polres Sergai Ungkap Kasus Pupuk Palsu Bermerek Naga Mas dan Penyalahgunaan BBM
    22 Wamendagri Wiyagus Dorong Kolaborasi Pemerintah Daerah Percepat Penanggulangan TBC
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © zoinnews.com