Aksi KMI Jilid I di KPK, Diduga Kadinkes Madina Jadi "Penagih Uang Keamanan" Ancam Demo Lanjutan
Jumat, 17-04-2026 - 21:56:26 WIB
Aksi unjuk rasa Kongres Milenial Indonesia (KMI) di depan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Jumat, 17 April 2026.
Baca juga:
   
 

 


Jakarta, - Aksi unjuk rasa Kongres Milenial Indonesia (KMI) di depan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Jumat, 17 April 2026, berlangsung tegas dengan sorotan tajam terhadap dugaan praktik korupsi di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.


Dalam aksi tersebut, massa KMI secara terbuka mendesak KPK segera menindaklanjuti dugaan pengumpulan “uang keamanan” lintas dinas yang disebut melibatkan sejumlah oknum pejabat daerah. Isu ini dinilai tidak hanya mencederai integritas birokrasi, tetapi juga memperparah krisis kepercayaan publik.


Berdasarkan hasil kajian dan informasi masyarakat, nilai pungutan yang diduga terjadi bervariasi, mulai dari Rp120 juta hingga Rp500 juta per instansi. Dugaan tersebut disebut berlangsung secara sistematis dan terstruktur di lingkungan pemerintahan daerah.


Koordinator lapangan aksi, Syahrul Romadon Rambe, dalam orasinya menyampaikan kritik keras terhadap dugaan peran Kepala Dinas Kesehatan Mandailing Natal. Ia menyebut fungsi jabatan tersebut diduga menyimpang jauh dari tugas pokok dan fungsi yang semestinya dijalankan.


“Dugaan kuat bahwa saudara Kepala Dinas Kesehatan Mandailing Natal menjadi king maker sekaligus penagih berkedok uang keamanan kepada setiap dinas di Madina. Kami mendesak KPK untuk segera turun tangan,” tegas Syahrul di hadapan massa aksi.


KMI menilai, jika dugaan ini tidak segera diusut, praktik serupa berpotensi terus berulang dan mengakar dalam sistem birokrasi daerah. Oleh karena itu, mereka menuntut langkah konkret dan terukur dari KPK dalam waktu dekat.


Dalam pernyataan sikapnya, KMI menyampaikan empat tuntutan utama, mulai dari pemanggilan dan pemeriksaan pihak terkait hingga penetapan tersangka jika bukti telah mencukupi. Mereka juga meminta penegakan hukum dilakukan secara menyeluruh tanpa tebang pilih.


Selain itu, KMI mendesak KPK untuk turun langsung ke Sumatera Utara guna memastikan proses penanganan berjalan transparan dan profesional. Langkah ini dinilai penting untuk memutus mata rantai praktik dugaan korupsi yang disebut melibatkan lintas sektor.


Syahrul menegaskan bahwa aksi ini bukan akhir, melainkan awal dari rangkaian tekanan publik. KMI bahkan menyatakan siap menggelar aksi lanjutan atau jilid II apabila tidak ada langkah konkret dari aparat penegak hukum.


“Kami ingin memastikan hukum ditegakkan tanpa pandang bulu. Jika tidak ada tindak lanjut, kami akan kembali dengan massa lebih besar sampai ada kejelasan,” ujarnya.


Aksi yang telah dilaksanakan ini menjadi sinyal kuat meningkatnya kontrol masyarakat sipil terhadap dugaan praktik korupsi di daerah. KMI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus ini hingga ada tindakan hukum yang jelas dari pihak berwenang.


(Magrifatulloh).


 


 


 


 




 
Berita Lainnya :
  • Wamendagri Wiyagus Dorong Kolaborasi Pemerintah Daerah Percepat Penanggulangan TBC
  • Pastikan Kualitas dan Keamanan, Tim Dalwas Tinjau Lima Jembatan Garuda di Boyolali
  • Istana Tegaskan Dugaan Penyadapan dan Akses Ilegal terhadap Kepala Negara Harus Diusut Transparan
  • Hakim Candra Pimpin Sidang Praperadilan Larisman Sihombing dengan Cermat dan Tenang
  • Kemendagri Terima Konsultasi Bapperida Jepara, Perkuat Implementasi e-DALEV SIPD
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Wamendagri Wiyagus Dorong Kolaborasi Pemerintah Daerah Percepat Penanggulangan TBC
    02 Pastikan Kualitas dan Keamanan, Tim Dalwas Tinjau Lima Jembatan Garuda di Boyolali
    03 Istana Tegaskan Dugaan Penyadapan dan Akses Ilegal terhadap Kepala Negara Harus Diusut Transparan
    04 Hakim Candra Pimpin Sidang Praperadilan Larisman Sihombing dengan Cermat dan Tenang
    05 Kemendagri Terima Konsultasi Bapperida Jepara, Perkuat Implementasi e-DALEV SIPD
    06 Kawal Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil Kedawung Bantu Panen Padi Bersama Petani Desa Pengkok
    07 Tiga Syarat Jadi Kades Hebat Versi Wamendagri, Berikut Penjelasannya
    08 Wakapolres Tebing Tinggi Ajak Masyarakat Bersama Jaga Kamtibmas
    09 Wabup Meranti Muzamil Baharudin Jabat Kabid Hubungan Antar Lembaga IMI Riau 2026-2030
    10 Transformasi Digital Jangan Hanya Aplikasi, Kemendagri Tekankan Dampak Nyata bagi Warga
    11 Skandal Penyadapan, Ketum DePA-R : Usut Tuntas, Jangan Ada Penyalahgunaan Kekuasaan!
    12 Babinsa Kemlayan Rutin Sambang Warga Jaga Kondusifitas Wilayah
    13 LPP Atlantara Sambangi Kejari Makassar, Dorong Sinergi Pengawasan Dunia Pendidikan
    14 Gagalkan Pengiriman 15 Kg Sabu Lintas Provinsi, Kapolresta Deli Serdang Apresiasi Kinerja Satresnarkoba
    15 H. Ulung Purnama, SH., MH. Ucapkan Selamat atas Pelantikan 154 Kepala Desa se-Kabupaten Bekasi
    16 Panglima TNI Resmikan Markas Baru Koopssus TNI
    17 Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Kompak Kejar Target Pengecoran Jalan TMMD di Desa Wates
    18 Gempur Sarang Narkoba, Polresta Deli Serdang Tetapkan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja
    19 Patroli Malam Cipta Kondisi, Babinsa Ajak Masyarakat Peduli Keamanan Lingkungan
    20 Kaster TNI Pimpin Sertijab Wakaster, Mayjen TNI Achiruddin Gantikan Mayjen TNI Suhardi
    21 Sekda Meranti Resmi Buka Peluncuran Inovasi Pelita ASN dan Ikan Patin
    22 Kemendagri Perkuat Integrasi Perlindungan Anak dalam Perencanaan Pembangunan Daerah
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © zoinnews.com